Karakteristik perkembangan emosi anak usia dini bermacam-macam diantaranya emosi anak sering kali berubah-ubah. Hal tersebut dapat diidentifikasi melalui tingkah lakunya. Emosi sifatnya hanya sementara yang mana sering terlihat pada anak usia dini yang awalnya mereka tertawa seketika menangis, atau marah seketika tersenyum, atau dari cemburu seketika jadi sayang. Emosi anak juga dapat dilihat melalui perilakunya. Mereka mungkin tidak memperlihatkan emosinya secara langsung, tetapi mereka memperlihatkannya secara tidak langsung melalui tingkah lakunya seperti menangis, melamun, gelisah dan lain sebagainya.
Emosi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan anak untuk kehidupan selanjutnya. Karena hal tersebut berhubungan langsung dengan pembentukan perilaku pada anak. Apabila kebutuhan emosi tidak terpenuhi maka anak cenderung lebih susah untuk mengatur emosinya terutama sifatnya negatif. Salah satu contoh kebiasaan negatif anak usia dini yakni tantrum. Tantrum merupakan ledakan emosi yang tidak terkontrol. Berdasarkan pengalaman yang pernah saya jumpai ada seorang anak yang menangis secara tiba-tiba ketika berada di pasar ingin membeli sebuah mainan, akan tetapi ibunya tidak mengizinnya untuk membeli mainan tersebut. Ia menangis begitu keras. Sehingga, ibunya kesusahan dalam menangani permasalahannya tersebut akibat dari luapan emosi anak yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, mengontrol emosi anak sejak dini sangat penting dilakukan agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang baik untuk kedepannya yang mana bisa mengontrol emosinya sendiri.
Pada umumnya anak usia dini juga memiliki karakteristiknya yang berbeda-beda sifat unik seperti pendiam, cenderung ceroboh, suka bermain, memiliki imajinasi yang tinggi dan lain sebagainya. Misalnya, ia berhalusinasi melihat ada peri disekitarnya seperti yang dilihat dalam sebuah video Youtube yang pernah ia tonton sebelumnya.
Nah, melalui penjelasan singkat tersebut semoga dapat menambah pengetahuan teman-teman ya. Oiyaaa,,, temen-temen juga bisa loh berbagi pengetahuan atau pandangan temen-temen tentang karakteristik perkembangan emosi pada anak usia dini. Salah satunya cara mengatasi emosi yang tidak terkontrol pada anak usia dini. Silahkan temen-temen bisa mengisi dikolom komentar yaaa yuhuuuu...
Wah terima kasih kak Natalia sudah berbagi. Karakteristik perkembangan emosi pada anak juga bisa terbentuk dari sikap orang tua dalam kehidupan sehari-hari, membiasakan anak mengakui kesalahan merupakan cara sederhana yang dapat diterapkan pada anak. Misalnya, ketika anak jatuh, sebaiknya orang tua tidak mengatakan bahwa lantainya jahat. Dengan hal-hal sederhana tersebut maka emosi anak akan lebih terkontrol.
BalasHapusOpini yang sangat baik...
BalasHapusKeren.... Terima kasih Natalia sudah berbagi pengetahuan mengenai karakteristik perkembangan emosi pada anak usia dini. Saya setuju dengan apa yang sudah dipaparkan. Karena, perkembangan emosi anak pada usia dini akan berpengaruh terhadap perilakunya di masa yang akan datang. Saat anak pada usia dini mampu mengatur emosinya dengan baik, maka ketika beranjak remaja atau dewasa mereka cenderung memiliki emosi yang stabil.
BalasHapushai Natalia! makasih banyak atas ilmu barunya. menurutku orang yg lebih dewasa, khususnya orang tua, harus paham akan perkembangan anak usia dini. karena anak belum dapat memahami secara langsung kondisi lingkungan dan apa yang perlu ia lakukan. jangan mengira bahwa perkembangan emosi pada anak usia dini tidak penting dan membiarkan anak berlaku seenaknya. sebab tanda-tanda yang diekspresikan oleh anak jika tidak direspon, diremehkan, atau diabaikan memiliki efek psikologis yang berbahaya bagi perkembangan anak.
BalasHapusMantap min, sudah berbagi artikel yang bermanfaat, menurut pandangan saya mengenai karakteristik perkembangan emosi pada anak usia dini memang perlu diketahui oleh orang tua agar anak dapat tumbuh berkembang dengan baik.
BalasHapusPerlu banget kita sebagai orang dewasa memahami emosi anak usia dini karena dari mereka pun (anak tsb) masih belum mengenal emosi tersebut dan tugas kita sebagai irang dewasa untuk mengarahkan emosi mereka
BalasHapusWahhh terima kasih atas pemaparannya, dikemas secara sederhana namun memiliki isi yang luar biasa.
BalasHapusKita sebagai orang dewasa yang lebih memahami dan mengerti tentang pengontrolan emosi sangat berpengaruh bagaimana pembawaan emosi untuk anak usia dini. Yang mana, aspek pertama dan yang utama menentukan karakteristik anak yaitu dari orang terdekatnya dan lingkungan keluarga
Terima kasih kak Natalia atas ilmunya! emang perlu banget sih ilmu dalam memahami emosi anak usia dini seperti ini, karena emang pemikiran kita tuh beda banget sama anak-anak usia dini sehingga perlu banget punya dasar ilmu dalam memahami emosi anak usia dini
BalasHapusLalu bagaimana cara kita mengajarkan pada anak untuk mengontrol emosi kak? Apakah ada aktifitas yang bisa dilakukan untuk melatih kontrol emosi pada anak?
BalasHapusAdapun cara yang dapat kita lakukan untuk melatih kontrol emosi pada anak. Salah satunya dengan melakukan pendekatan terhadap anak terlebih dahulu dan belajar memahami keinginan anak. Selain itu, apabila mereka mengekpresikan emosi secara berlebihan cara utama yang bisa dilakukan yaitu menenangkannya. kemudian, tanyakan keinginannya dengan begitu mereka tentunya akan merasa lebih dihargai dan didengar. Mungkin dengan cara itu akan membantu melatih emosi pada anak.
HapusBaru tau istilah Tantrum karena blog ini. Biar anak nggak mengalami gejala Tantrum,alangkah baiknya lagi kalo kita membiasakan anak untuk tahu batasannya,tidak semua keinginannya bisa terpenuhi
BalasHapusInformasinya sangat berguna ya kak, pengalaman saya dulu momong ponakan yang masih usia 5 tahun itu susah banget dia tergolong anak yang emosinya tidak stabil dan sering marah marah apabila keinginannya tidak dituruti. Sebagai orang yang lebih dewasa, ketika merawat anak kita juga harus bisa mengontrol emosi kita jangan banyak marah-marah
BalasHapusoalah jadi memang seperti itu yaa, untung sekarang saya sudah mengerti gegara baca blog ini. jadi kedepannya kalo saya punya anak atau sedang menjaga ponakan saya, saya bisa lebih tenang dan memberikan hal yang anak anak sukaa
BalasHapusaku punya keponakan yang berusia 3 tahun dan menurutku lingkungan dan pola asuh sangat mempengaruhi emosi anak, kakakku terlalu memanjakan keponakanku sehingga ketika apa yang diinginkan tidak diturutin dia akan marah, tetapi aku kadang mendidik keponakanku dengan tegas jadi ketika dia berbuat salah atau manja aku akan menegur dia dan dia mengerti, jadi bagaimana dia bersikap ke kakakku dan ke aku berbeda karena cara aku dan kakakku menyikapi keponakkanku juga berbeda
BalasHapusTerima kasih natali atas informasinya, aku sendiri punya pengalaman mengenai emosi anak yang tidak terkontrol, itu biasanya dikarenakan ketika dia melakukan kesalahan, orang tua cenderung tidak menyalahkan dia namun malah membenarkan, contoh saat anak menabrak tembok saat belajar bersepeda, padahal yang salah si anak karena kurang telaten, namun orang tua menyalahkan tembok, secara tidak langsung ini membuat si anak kedepan nya tidak ingin disalahkan, dan ketika ia disalahkan ia akan cenderung marah, begitu mbak natalia
BalasHapusWah bermanfaat sekali informasinya. Aku pernah melihat sepupuku yang tantrum tapi oleh ibunya dimarahi karena tingkahnya yang tidak terkendali, sebaiknya menurutku orang tua harus mengenali emosi anak, dan jika anak tantrum sebaiknya tidak dimarahi lebih baik ditenangkan dan diajak berdialog kenapa anak marah agar orang tua bisa mengatasinya.
BalasHapusTerimakasih, menurut saya emosi perlu diarahkan oleh orang tua sejak dini, sehingga kedepan nya dapat terbentuk emosi yang stabil dan karakter yang baik. Peran orang tua berpengaruh terhadap seseorang ke depan nya, so untuk orang tua perlu mengarahkan emosi anak nya sedari kecil
BalasHapusTerimakasih author, setelah membaca artikel ini saya jadi tambah ilmu mengenai perkembangan anak, apalagi saat ini sepupu sepupu saya masih kecil, benar benar sangat membantu
BalasHapusmenarik sekali bahasannya >.< penting banget nih buat para orang tua, dan para calon orang tua. Keluarga merupakan lingkup pertama dari perkembangan anak, maka dari itu peran keluarga dan perlakuan keluarga terhadap anak itu sendiri pun sangat berpengaruh terhadap anak tersebut kedepannya, termasuk emosi.
BalasHapusKarakteristik emosi anak memang berbeda, apakah hal ini menurun dari orang tuanya?
BalasHapusEmosi pada anak bisa perlahan diarahkan oleh lingkungan sekitar, lingkungan yang baik akan memberikan dampak yang baik juga.
Aku pernah nih kak menghandle anak yang lagi tantrum. Kebetulan waktu itu ponakan aku yang umurnya 4 tahun lagi tantrum waktu aku lagi jagain dia, nah disitu aku diemin aja dulu dianya aku biarin dia sampai bisa ngerasa tenang sambil aku peluk. Yang penting menurut aku jangan ikutan marahin apalagi diteriakin balik karena itu yang makin bikin dia merasa gak tenang.
BalasHapuspengalaman memperhatikan emosi anak saya dapatkan dari cara teteh saya mendidik anaknya hehe. yang sering diajarkan adalah membiasakan anak untuk bercerita apa yang dia rasakan. sebelum tidur biasanya ditanya, hal apa yang membuat dia sedih, dsb. ternyata jawabannya sederhana seperti kalau anaknya mau main, tapi ibunya sibuk jadi sedikit marah, kalau mandi tidak ditemani, dsb. mengobrol bersama anak dan mulai melatih sikap sabar, memaafkan, minta tolong juga menurut saya penting untuk melatih emosinya supaya tidak jadi orang yang temperamental. pendekatan secara perlahan dari hati ke hati, kesabaran, dan ketelatenan diperlukan untuk bisa memahami perasaan anak (tidak harus selalu dibentak)
BalasHapuskita sebagai calon ibu harus mengetahui pbagaimana oerkembangan anak, melalui blog ini saya jadi ingin mengetahui hal lebih mengenai oerkembangan anak usia dini
BalasHapusLaku solusi untuk anak yg sedang tantrum gimana ya kak?
BalasHapusDengan mengenal karakteristik anak usia dini, Kita menjadi paham cara membimbing Si Kecil agar tumbuh dan berkembang dengan optimal di periode emasnya. Tingkat kecerdasan Si Kecil berkembang dengan pesat pada periode emas tumbuh kembangnya. Hal ini disebabkan Si Kecil belajar benar-benar dari nol
BalasHapusKedepannya mungkin bisa mengulas mengenai emosi seseorang pada usia-usia tertentu, mulai dari kecil hingga dewasa. Hal itu akan sangat membantu saya kedepannya dalam memahami emosi setiap peserta didik
BalasHapusSangat bermanfaat, ketika anak sedang emosi orang tua tidak boleh panik karena akan akan semakin meluap. Saya pernah melihat anak yang melakukan hal wajar ketika bermain namun orang tua terlalu berlebihan dan panik sehingga anak yang tadinya diam menjadi menangis
BalasHapus